Minggu, 10 Juli 2022

[Book Review] REPLY 1997

Dokpri


HALO, pembaca Rak Buku Tinbe? Apakah Anda sekalian merasa familiar dengan judul Reply 1997? Merasa pernah nonton drama Korea dengan judul tersebut? Yoiii. Wajarlah kalau ada perasaan begitu. 

Mengapa saya sebut wajar? Karena kenyataannya, Reply 1997 merupakan penovelan (novelisasi) drama Korea. Di sampul depan tercantum keterangan demikian. 

Tercantum pula nama Lee Woo Jung sebagai penulis skenario. Di bawahnya tertulis nama Park Ji Yung sebagai novelis. 



Sinopsis 

Novel ini berkisah tentang enam orang yang bersahabat sejak masa SMA hingga masa dewasa. Mereka terdiri atas empat cowok dan dua cewek. Para cowok bernama Yoon Yoon Je, Kang Jung Hee, Bang Seong Bae, dan Do Hak Chan. Sementara yang cewek bernama Mo Yu Jeong dan Seong Shi Won.

Tentu masing-masing memiliki karakter tersendiri. Prestasi, hobi, dan selera musik mereka pun berlainan. Tak jarang pertengkaran dan romansa cinta monyet juga mewarnai persahabatan tersebut.

Yoon Je jatuh cinta berat kepada Shi Won. Ia kesal sebab gadis itu sering ke mana-mana berdua dengan Jun Hee. Dikiranya mereka pacaran, padahal Shi Won justru berpacaran dengan Tae Woong (kakak kandung Yoon Je). Sementara Jun Hee curhat jujur kepada Shi Won bahwa ia memendam "cinta terlarang" kepada Yoon Je.

Di sisi lain Yu Jeong nekad menyatakan cinta kepada Yoon Je, tetapi ditolak secara halus. Yu Jeong yang mudah move on sekaligus mudah jatuh cinta itu tak terlalu ambil pusing. Terbukti ia kemudian malah berkencan dengan Hak Chan.

Kurang lebih 15 tahun kemudian, setelah sempat terpisah beberapa tahun sebab Hak Chan kuliah di luar negeri, pada sebuah reuni mereka benar-benar menyebarkan undangan pernikahan. Tatkala itu Shiwon telah menjadi istri Yoon Je dan sedang mengandung anak kedua.

Tae Woong memang telah merelakan Shi Won untuk sang adik. Sementara ia sendiri menikahi dokter yang pernah mengoperasinya. Yang ternyata idem ditto dengan Shi Won, yaitu sama-sama merupakan fangirl.

Bagaimana dengan Jun Hee dan Seong Jae? Kedua cowok tersebut rupanya kurang hoki dalam urusan percintaan. Keduanya masih melajang dengan alasan masing-masing. 

Tentu saja Reply 1997 juga mengisahkan tentang pencapaian karier sekelompok sahabat itu. Yang ternyata pencapaian mereka berbanding lurus dengan prestasi akademik dan minat masing-masing semasa SMA di Busan. 

Yoon Je dan Jun Hee yang dahulu paling pintar di sekolah, di masa dewasa pun memiliki karier cemerlang sebagai jaksa dan dokter bedah. 

Yang lain bagaimana? Empat lainnya tak kalah keren, dong. Semua punya pekerjaan sesuai dengan minat dan karakter masing-masing. 

Yang berarti bisa menghasilkan duit untuk membiayai hidup. Bisa mandiri. Tak menjadi parasit keluarga dan masyarakat. Bukankah itu keren? 

Kelebihan Sekaligus (Mungkin) Kelemahan

Reply 1997 menggunakan alur sorot balik (flashback) zigzag. Dalam arti, cara penceritaannya berselang-seling. Sebentar bercerita tentang masa kini, sebentar bercerita tentang masa lalu. Bolak-balik.

Hal tersebut tampak dalam penyusunan daftar isi sebagai berikut.

REUNI #1/Semua Berkumpul Kembali
Bab 1 Semangat Fangirl
Bab 2 Pemberontakan Besar-besaran
REUNI #2/Ah, Terkenang Masa Lalu
Bab 3 Yang Ada di Dalam Kamar Kosong
Bab 4 Ujian Masuk Universitas Kedua
REUNI #3/Apa Kabar?
Bab 5 Cara Menghadapi Kebohongan
REUNI #4/Maret Tahun Depan?
Bab 6 Maaf
REUNI #5/Saatnya Bersikap Jujur
Bab 7 Rantai Makanan
REUNI #6/Sampai Bertemu di Pesta Pernikahan

Sebagai catatan, REUNI #1-REUNI #3 perlu dibaca dengan cermat agar tak bingung. Mengapa? Karena yang digunakan selalu sudut pandang orang pertama (aku), sementara orang pertamanya berganti- ganti. Kadangkala Shi Won, kadangkala Jun Hee, kadangkala yang lainnya.

Bagi saya, hal tersebut menjadi kelebihan novel ini. Membuat gaya penceritaan dinamis, tidak membosankan, dan bisa memelihara rasa penasaran pembaca.

Perlu dicatat, rasa penasaran yang terjaga ini memang wajib hadir dalam sebuah novel supaya pembaca terikat. Bukankah kalau sudah terikat, pembaca bakalan bersemangat untuk membaca hingga tuntas?

Namun di sisi lain, bagi pembaca yang malas berpikir keras, bisa menjadi alasan untuk ngedumel, "Kok begini, sih? Habis cerita ini, kenapa nyambungnya ke sini? Blablabla ...."

Pelajaran yang Dapat Diambil

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari Reply 1997. Di antaranya yang terkait dengan fangirl, yang umumnya dianggap buruk oleh khalayak dan mengganggu konsentrasi bersekolah. 

Faktanya, Shi Won justru sukses diterima di universitas impiannya gara-gara menjadi fangirl. Universitas itu merupakan tempat berkuliah Oppa Tony, idola beratnya.

Bermula dari sekadar menjadi penggemar fanatik, Shi Won kemudian berproses menjadi penulis fanfic, fan fiction favorit. Yup! Shi Won cukup berbakat bikin fiksi yang para tokohnya adalah anggota boyband idolanya.

Kemahiran itulah yang mengantarkannya jadi pemenang lomba menulis yang diselenggarakan fakultas sastra universitas impiannya. Karena juara satu, ia mendapatkan poin plus ketika mengikuti ujian masuk ke universitas tersebut.

Hal demikian mengingatkan bahwa semangat fangirl ataupun semangat mengidolakan apa saja/siapa saja jika dikelola dengan benar, hasilnya juga bisa positif. 

O, ya. Fangirl adalah kumpulan penggemar boyband. Hmm. Apakah engkau juga seorang fangirl? Hehehe ...

Penutup 

Demikian hasil pembacaan saya terhadap Reply 1997. Semoga berfaedah. Semoga dapat juga memantik rasa ingin membacamu. 

SPESIFIKASI BUKU

Judul Buku: 
Reply 1997
 
Penulis Skenario: 
Lee Woo Jung
 
Novelis: 
Park Yi Jung
 
Alih Bahasa: 
Lingliana 
 
Desain Sampul: 
Marcel A.W.
 
Penerbit: 
Gramedia Pustaka Utama
 
Tahun Terbit: 
2018 (Cetakan Kedua, Februari)
 
Tebal Buku:
369 hlm
 
Ukuran Buku: 
14 x 20cm
 
ISBN:
978-602-03-3831-6