HAI ....
Kali ini kita masih memperbincangkan buku anak, ya. Tepatnya buku ke-4 dari Seri Adab Sehari-hari. Bukunya berjudul Gara-gara Rubik.
![]() |
| Sampul Depan (Dokpri) |
Jika ingin tahu ulasan buku lain dari Seri Adab Sehari-hari, silakan baca [Book Review] Aduh, Abi Tersedak! di tayangan sebelum ini.
***
Dikisahkan bahwa Odi menolak diajak bermain bola saat jam istirahat, padahal main bola adalah hobinya. Abi yang mengajaknya pun heran. Usut punya usut, ternyata penyebabnya nilai ulangan yang buruk.
Obi curhat kalau banyak pelajaran yang kurang ia pahami. Hendak bertanya-tanya ke guru, ia merasa malu. Takut dianggap bodoh.
O la la! Abi kemudian tahu penyebabnya. Saat pelajaran berlangsung, ia melihat Obi asyik main rubik. Malah tidak menyimak penjelasan dari guru.
Abi pun menasihati Obi. Kelanjutan cerita bisa ditebak. Obi sadar akan kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Ujungnya, nilai ulangan Obi tidak buruk lagi.
***
Dari segi isi, buku ini sudah pasti bagus. Hanya sedikit kurang greget gara-gara Obi terlalu instan sadar akan kesalahannya. Demikian pendapat saya.
Namun, mari lihat dari sisi positifnya saja. Bukankah buku ini terbit memang untuk menghadirkan sikap keidealan anak-anak? Agar mereka fokus kalau sedang belajar?
O, ya. Buku ini dilengkapi dengan doa sebelum belajar dan catatan tentang adab belajar seorang muslim.
Yup! Ini memang buku cerita untuk anak-anak Islam. Akan tetapi, inspirasinya tetap dapat dipakai oleh semua anak.
![]() |
| Dokpri |
SPESIFIKASI BUKU
Judul Buku:
Gara-gara Rubik
Penulis:
Oky E. Noorsari
Ilustrator:
Ahmad Saba
Penerbit:
Gema Insani
Tahun Terbit:
2019 (Cetakan ke-1)
Tebal Buku:
24 hlm
Ukuran Buku:
21 x 20 cm
ISBN:
978-602-250-604-1



Cocok sekali ini buku ini untuk saudaraku. Kebetulan dia butuh rekomendasi buku untuk anaknya. Kayanya ini bisa jadi bacaan anaknya, hehehe.
BalasHapusYup. Tengkiyu telah membaca ulasan ini.
HapusCocok banget ini buku buat ku belikan untuk keponakan. Sering aku sempatkan beli buku pembelajaran terkait adab seperti ini. Untuk ukuran anak-anak PAUD, sepertinya cerita begitu masih masuk akal banget.
BalasHapusJudulnya pun menarik ya Gara-gara Rubik dan dilengkapi gambar pula.
Iyaaa. Cocok buat anak, nih. Muatan dan desainnya.
HapusSaya suka pesan yang disampaikan buku ini, bahwa fokus saat belajar dan berani bertanya ketika tidak paham adalah hal yang penting. Memang benar, perubahan Obi terasa cukup instan, tetapi untuk buku anak-anak pendekatan seperti ini mungkin lebih mudah dipahami oleh pembaca cilik. Menarik juga karena selain cerita, ada tambahan doa dan adab belajar yang bisa menjadi nilai plus bagi anak-anak.
BalasHapusIya juga. Bentuknya disederhanakan.
HapusWajar banget sih kalau di buku anak-anak plot kesadarannya dibuat instan. Namanya juga buku adab untuk anak, tujuannya kan memang memberikan contoh ideal dengan cara yang simpel dan langsung ke intinya supaya mereka mudah paham.
BalasHapusDitambah lagi ada bonus doa dan catatan adab belajar, jadi paket lengkap yang edukatif banget buat si kecil. Meskipun bernuansa Islami, nilai moral tentang fokus belajar ini universal banget.
Betul Bang, ada nilai universalnya.
HapusMungkin karena buku tersebut ditujukan untuk anak-anak maka alur ceritanya dibuat simpel dan mudah dipahami. Dengan begitu anak-anak bisa dengan mudah memahami makna yang ingin disampaikan si penulis.
BalasHapusIya, betul juga.
HapusMakasih telah berkenan membaca.
BalasHapusGara-Gara Rubik ini emang buku yang unik ya, premisnya sederhana tapi ceritanya dapet banget. Review-nya pas banget, gak pelit informasi tapi juga gak spoiler. Jadi nostalgia zaman-zaman mainin rubik sampai pusing sendiri karena gak pernah kelar. Kayaknya bukunya seru nih buat dibaca santai di akhir pekan.
BalasHapusMungkin karena cerita anak ya. Jadi terkesan instan ceritanya. Tapi, bagus juga sih karena dilengkapi dengan do'a.
BalasHapus