Kamis, 02 Juli 2020

[Book Review] RED BROMELIA

Pada Selasa, 30 Juni 2020 lalu, resensiku atas novel Red Bromelia dimuat SKH Kedaulatan Rakyat. Alhamdulillah. Kali ini aku bagikan di sini supaya kalian yang bukan pembaca KR, bisa ikut membacanya. Baiklaaah. Selamat membaca.


Red Bromelia

Resensi Red Bromelia di KR 

 
Menikmati Cinta dan Luka dalam Red Bromelia
 Agustina Purwantini*

Red Bromelia adalah tanaman jenis nanas-nanasan. Tidak berbuah. Berbunga saja. Terus-menerus. Sebelum yang tua mati, pasti ada tunasnya. Regeneratif. Seperti tanaman abadi. Itulah sebabnya Red (Rahardian Eka Dharmayuwana) yang ahli tanaman, memanggil istri tercintanya dengan sebutan “Lia” (penggalan dari Bromelia). Mereka saling berjanji untuk selamanya sehati, sehidup semati.

Perjalanan waktu pun membuktikan, janji tersebut mereka tepati. Namun, tertepatinya dalam kondisi buruk. Mereka mengalami kecelakaan maut sehingga Lia keguguran, bahkan rahimnya harus diangkat. Namun dalam seminggu saja, ia ternyata sanggup recovery.

Sementara Red koma sekian lama. Dokter pun sempat memvonisnya 99% bakalan meninggal. Lia menolak kuat-kuat. Di telinga Red yang koma, ia berbisik menagih janji, “Red ... Bromelia ... sehati ... sehidup semati, Bromelia hidup. Red juga harus hidup. Bangun, Red!” (hlm 360)

Atas kuasa-Nya, Red akhirnya sadar dari koma. Namun, ia mengalami amnesia total. Lia pun telaten mendampinginya di rumah sakit untuk pemulihan. Ingatannya yang kosong, pelan-pelan diisi ulang oleh Lia. Dua tahun kemudian, lahirlah Red yang baru. Yang siap menjalani kehidupan secara normal. Bahkan tidak lama sekeluarnya dari rumah sakit, Red siap pula mempersunting Rossie, seorang model iklan sampo yang sedang naik daun.

Apa yang terjadi? Bagaimana halnya dengan Lia? Mengapa Red justru melukai hatinya, tepat setelah Lia membuktikan cinta dan kesetiaannya sebagai istri? Nah! Ini yang wajib Anda cari tahu dalam novel RED BROMELIA Janji Cinta Sejati.

Demikianlah adanya. Novel ini menyadarkan kita bahwa cinta dan luka adalah pasangan sejati. Di mana ada cinta, di situ ternyata mesti ada luka. Entah seberapa pun kadarnya. Apa boleh buat? “ ... Idealnya cinta yang besar untuk jiwa yang besar. Tapi nyatanya, jiwa yang besar selalu terluka. Lebih hebat dan parah dari yang sebelumnya.” (hlm 215)   

Teknik bercerita novel ini patut diacungi jempol. Judul babnya yang 90% selang-seling “Red”, “Berni”, “Red”, “Berni”, demikian seterusnya sampai nyaris akhir cerita, sungguh bikin kepo. Membuat pembaca terikat. Enggan berhenti membaca sebelum tuntas. Sebelum tahu siapa keduanya dan apa keterkaitan di antara mereka. Apa pula hubungannya dengan Lia (si Bromelia) dan Rossie. Good job!

SPESIFIKASI BUKU

Judul: 
RED BROMELIA Janji Cinta Sejati

Penulis: 
Rianti Marena 

Penerbit: 
Sheila Publisher

Tahun Terbit: 
Mei 2020 

Tebal
viii + 376 hlm

Ukuran: 
14 x 21 cm

ISBN: 
978-623-7122-71-5




6 komentar:

  1. Salam dari Malaysia. Follow disini ya :)

    BalasHapus
  2. Wahh kerennya mbak, kalau baca langsung dari RK rasanya lebih mantap pasti ya

    BalasHapus
  3. Resensinya dimuat selamat ya... keren, dan aku jadi bertanya-tanya seperti apa rasanya membuat resensi, belum pernah sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Hehehe ...rasanya membuat resensi itu ya kayak rasa bikin jenis tulisan yang lainnya.

      Ayolah silakan coba supaya tahu sensasi rasanya. Sebagai latihan enggak harus buku terbitan baru, lho. Langsung mulai saja dari buku yang sedang dibaca saat ini. Oke?

      Selamat mencoba.


      Hapus

Terima kasih telah sudi meninggalkan jejak komentar di sini.